…A word to remember… March 2, 2009
Posted by martha octavia in hillarious friends.Tags: accident, melaka, putri, subang, uitm
1 comment so far
Pagi itu aku di kelas seperti biasa.. Kelas yang sama, teman yang sama, dan subject yang sama, tak ada yang aneh pagi itu. Tapi tiba-tiba, handphone-ku berdering. Sebuah SMS masuk. Pesannya singkat dan jelas:
Kak Putri kecelakaan di Highway Melaka semalam, sekarang masi koma di ICU
Echa yang mengirimnya. Deg. Hatiku terus berdesir kencang, Astagfirullahaladzim… Aku terus khawatir dan ingin tau apa yang sebenarnya terjadi. Pikiranku jadi kacau dan ga fokus, lecture di depan kelasku pun tak kuhiraukan lagi. Yang ada di dalam hatiku hanya ingin tau kabar tentang Kak Putri. Semoga dia baik-baik saja Ya Allah…
Putri adalah termasuk salah satu leluhur PPI UiTM, dia dulu ketua PPI UiTM, sebelum digantikan oleh kakaku yang error itu. Aku termasuk anak baru di UiTM, baru satu tahun, huhuhu… Dulu semasa semester 1, Kak Putri ga ada di Malaysia. Saat aku tanya kenapa, jalan ceritanya menjadi lebih panjang.
Ibu Putri, dulu bekerja di Kedutaan, pernah ke Pakistan, dan negara-negara lain. Salah satunya pernah kerja lama di Kedutaan Malaysia. Saat di Malaysia, Ibu Putri menikah dengan orang Malaysia dan mempunyai beberapa anak, Putri tidak termasuk. Setelah beberapa saat, Ayah-Malaysia-Putri meninggal. Ibu Putri kembali ke Indonesia, dan disana dia menikah dengan seorang pria asli Indonesia. Lahirlah Putri dan saudara-saudaranya. Namun sayang, dari umur 5 tahun, Putri harus berpisah dari ayah kandungnya dan tinggal di Malaysia, Ibu Putri bercerai dengan Ayah kandung Putri.
Putri menjalani kehidupan di Malaysia, bahasa Melayu-nya pun kental banget… Sampe anak2 (mita, echa, anggi) cerita, dulu pertama kali ketemu Putri, dia udah lupa ngomong bahasa Jakarta yang gaul gitu… Lucu banget! Tapi akhirnya karena gaul dengan kita2, dia akhirnya inget lagi..
Kita punya panggilan kesayangan buat Putri.. yaitu Busung! Kenapa?? soalnya kata anak2 walopun Busung [Putri] badannya mulus dan kurus, tapi perutnya busung.. jadilah namanya Busung.. dan dia juga oke2 aja kita panggil begitu, jadi kita pun terbiasa manggil begitu..
Putri orangnya baik, ceria, cerewet, jail, berisik, usil, dan yang paling ga bisa dilupain ke-lemot-annya itu.. susaaah banget kalo diajak nyambung.. diajak ngomong ini, jawabnya ini.. hihihihi dasar Busung! :p
Ciri khas-nya busung itu giginya yang pakai kawat (braces).. dari jaman kapan tauk busung ga lepas2 kawatnya dan ga kontrol2 jugaa.. kasian busung… huhuhuh
Setelah seminngu sejak kita mendapat kabar busung kecelakaan, akhirnya hari sabtu kita baru bisa kesana. Hari Selasa lalu Echa sama Mita sempat ke Melaka duluan karena mereka ga da kerjaan, dan mereka pulang dengan mata yang sembab karena menangis seharian. Keadaan Busung parah sekali! Lebih-lebih bagian kepala.. Aku sangat sedih mendengarnya…
Hari Sabtu kita konvoi tiga mobil; satu mobil mas agung, satu mobil alif, dan satu mobil bang adnan atas nama perwakilan PPI Malaysia. Bang Adnan juga dulu kenal baik dengan Putri.
Begitu sampai di rumah sakit, kita langsung menuju ICU. Yang boleh masuk dua orang- dua orang. Aku masuk pertama sama Anggi. Hatiku berdetak kencang banget!! Aku sama Anggi berjalan beriringan di koridor ICU, kita masuk ke ruang yang paling ujung. Di ICU ada beberapa pasien lain. Semua rata2 punya kasus yang parah juga. Dan tibalah kita di tempat tidur busung.
Astagfirullah… Busung.. Kenapa kamu jadi begini??? Ya Allah….
Anggi langsung menangis, sesenggukan. Aku terdiam pertamanya. Aku juga ga percaya Busung jadi seperti ini. Mukanya bengkak, matanya diperban, kepalanya juga, mulutnya banyak selang, tenggorokannya diberi lubang untuk bernafas melalui situ, hidungnya mengeluarkan darah. Jahitan di mukanya banyak sekali, ada yang kecil, ada yang besar.
Aku mendekat ke tempat tidur Busung, aku peluk Anggi. Anggi ga kuat berkata apa2. Aku mulai meraba tangan dan kaki busung, aku bilang
Busung, ini Martha sama Anggi, kita anak2 UiTM datang mau nengok kamu.. kamu yang kuat ya… banyak2 doa, banyak2 istigfar.. ingat sama Allah.. ini semua cobaan dari Allah.. kamu harus bisa ngejalaninya.. kita semua selalu doain busung, kita semua sayang sama busung.. busung cepet sembuh ya…
Aku terus mengusap2 tangan dan kakinya yang tertutup selimut. Sangat halus dan kecil, begitu lah busung. Aku seperti tak ingin melepas mengusap tangan dan kakinya. Tiba-tiba aku sama Anggi melihat busung bernafas kencang sekali, nafasnya terengah-engah, kita bisa lihat badannya naik dan turun, kencang sekali! Seakan2 dia sedang menangis, ataupun ingin bilang kalau dia tau kita datang. Aku dan Anggi sangat kaget, Anggi tambah menangis. Aku juga ingin menangis, tapi ga bisa keluar..
Lambat laun nafasnya makin mengecil, dia sudah tenang. Tiba-tiba Ibu Busung datang dan bilang kita ga bisa lama2 karena gantian sama temen2 yang lain yang menunggu diluar. Ada Alif, Mas AGung, Dean, Reza, Angga, Mita, Echa, Lia, Fina, Bang Adnan, dan lain-lain. Akhirnya aku dan Anggi keluar.
Baru setelah diluar aku bisa tau cerita yang sebenarnya.
Hari itu hari minggu, setelah kami pelajar UiTM selesai cuti Chinese Nu Year. Busung pulang ke Subang, ke rumah kakaknya, maka hari itu, dia mau kembali kuliah ke Melaka. Sore itu Mas Andy kakak busung mengantar busung sampai PKNS, karena busung mau ke Melaka sama teman2nya. Padahal, ternyata teman2nya sudah sampai Klang, jadi mereka harus kembali ke Shah Alam untuk menjemput Busung.
orang jawa bilang pamali kalau sudah pergi terus patah balik, soalnya seakan-akan setan yang menarik mereka untuk kembali dan pasti akan ada sesuatu yang buruk yang terjadi
Mobil yang dipakai kalau ga salah proton Saga, tahun berapa entah. Mereka bertiga, dua orang teman busung duduk di depan, dan busung di belakang sendirian, dan mungkin busung ga pakai seat belt. Yang aku sesalkan, kata mas andy, perjalanan KL-Melaka yang harusnya ditempuh dalam waktu dua jam hanya dalam waktu satu jam, yang kita bisa bayangkan bagaimana kencengnya mobil mereka. Apalagi yang nyetir, yang punya mobil itu baru dapat surat ijin memandu mobil, jadi pasti lagi seneng2nya bawa mobil kenceng2.
Sore itu pun hujan lebat, saat mereka lagi ngebut, dari belakang ada sebuah mobil yang mau motong mereka, Akhirnya si temen busung hilang kendali, dan mobil mereka muter muter muter, aku ngebayangin waktu itu pasti mereka panik banget, dan naasnya, kepala busung terhempas keluar dari jendela mobil. Kalian tau kan jendela mobil sebelah belakang, kan ada kaca yang berbentuk segitiga yang ga bisa dibuka, naah.. katanya kepala busung masuk ke situ, dan menabrak divider jalan tol. Astagfirullah hal adziim… Aku ga tau haru s berkomentar apa..
Busung langsung dilarikan ke rumah sakit, kata temennya sih waktu pertama2 busung masi sadar dan ga separah waktu udah di ICU, ya jelas aja.,. kalo udah di ICU pasti udah dikasih obat2 dan bengkak mukanya pasti karena pengaruh obat. Luka busung emang parah banget, di bagian kepala! Alhamdulillah dari badan ke bawah ndak kenapa2.
Dokter bedah yang ada di ICU ternyata ponakannya Atuk, Atuk itu suami Neny (neny itu saudara jauhnya Mita dan Anggi), huehehehe jadi jauh gini ya.. Kata Pak Dokter itu.. Detail keadaannya busung kayak gini; karena benturan yang amat sangat keras sekali, rahang busung lepas dari tempatnya, itu yang membuat busung harus dipasang screw2 (baut2) nantinya (dan seumur hidup, astagfirullah!), terus matanya belum bisa diperiksa karena masi bengkak, jahitannya yang ga rapi akan dirapikan karena pas kemarin jahit masi asal2an karena buru2, dan yang paling parah, otak busung sampai bergeser dari tempatnya dan menyebabkan keluarnya cairan dari hidung busung, dan cairan itu berasal dari sumsum tulang belakang, yang kalau ga berhenti-berhenti, busung bisa lumpuh, astagfirullah….. haduuh Ya Allah.. amat beratnya cobaan-Mu..
Akhirnya siang itu kita kesampaian ke Melaka tapi dengan keadaan yang berbeda.. kita ga sempet jalan2, kita ga sempet foto2, tapi kita lagi berduka buat temen kitaa.. huhuhu.
Hari Senin, 16 February 2009, Malam hari
Jam setengah dua belas malam aku mandi sendirian di kamar mandi, entah kenapa selama mandi aku kepikiran busuuung terus.. ga tau kenapa, cuma mikirin dia aja..
Setelah mandi aku langsung sholat Isya’, sehabis sholat isya’ aku berdoa seperti biasa, lagi-lagi entah kenapa aku jadi kepikiran sama busung, aku doain dia dan aku sampai menangis! Rasanya aku ingin doain dia.. gitu..
Begitu selesai melipat mukenah, baruu aja aku selesai kepikiran busung-nya, tiba2 Anggi dapat telepon, dan dalam percakapannya aku mendengar berkali-kali Anggi bilang “Innalillahi…” aku langsung terduduk lemas, ga tau apa yang terjadi..
“Kenapa. bol???” tanyaku setelah Anggi menutup telponnya..
Putri udah ga ada, Tha….
Apaaa??? Innalillahi wa inna ilaihi roji’un… Aku bener2 ga percaya, aku tanya detailnya. Katanya Puan Nurlaila yang kasi tau, beliau baru nelpon ke Melaka. Tapi saat kita minta konfirmasi dari keluarganya ga ada yg bisa ditelpon. Aku berdua doang ama Anggi di Kenanga, kita bener2 ga percaya + bingung + sedih campur aduk jadi satu!
Aku sampai search di google Hospital Melaka dan nelpon kesana. Nyambung siy, tapi sayang, susternya ga mau kasi tau keadaan pasien lewat telpon. huhu.. jadilah kita tambah bingung. Tapi kemungkinan terbesar memang Putri udah ga da. Pacar Putri juga sms. Malam itu pun PPI UiTM berduka cita…
Aku pikir ini yang terbaik untuk Putri. Aku ga bisa ngebayangin dengan keadaan seperti itu, masi banyak perjalanan yang harus dia tempuh, proses penyembuhan, operasi2, belum merasakan sakitnya. Dan juga yang bikin heran hari minggu Echa, Eka sama Alif sempet jengukin Busung di Melaka, dan keadaanya dan jauh lebih baik.. dia dah bisa melihat, mana megang2 tangan Echa.. dan pas mau difoto sempet2nya busung bikin pose ‘peace’, hehehehe.. dasar busung…
makanya kita pada ga percaya!
Keesokan harinya, hari Selasa, aku membiarkan semua urusan kampus, semua bazar dan lain2 kuserahkan ke teman2ku, aku bolos semua pelajaran hari itu. Aku hanya ingin bersama teman2ku untuk melihat Putri yang terakhir kalinya…
Kami konvoi ke rumah busung di daerah Subang Jaya, dia akan dimakamkan di taman pemakaman islam kampung melayu subang, supaya lebih dekat sama keluarga di Subang…
Jenazahnya sampai sore, soalnya pas mau ngeluarin jenazah dari Hospital ribet banget, harus ada surat2 dari kedutaan dan lain sebagainya..
Kami membacakan tahlil begitu jenazahnya sampai, Anggi Mita Echa Eka Kak Uchi dan aku menangis semuanya.. Kami melihat busung sudah terbungkus kain kafan di depan mata kami…
Sampai menjelang maghrib kami menguburnya di taman pemakaman, aku berdiri dekat sekali dengan liang lahat busung, aku mau melihatnya untuk terakhir kalinya. Dua kakak laki2nya yang turun ke liang lahat, saat itu baru air mata aku benar2 deras mengalir. Inilah kebesaran Allah, bahwa semua yang hidup pasti akan merasakan mati, entah bagaimana jua caranya.
Senja sore itu begitu indah, seakan-akan ikut mendayu mengantarkan kepergian sahabat kami tercinta..
Kami pun pulang dan akan selalu mengenang semua kenangan kami bersamanya…
for the laugh that have been shared,
for the cry that have been raised,
for the anger that you often do,
but for the happiness that you’ve been given!
you will always here..
in our heart..-to the dearest, craziest, funniest, lola-est, cheerful friend!
Adhe Ellis ‘Bucung more’ Prasanti
alias Putri..
we’ll miss you, honey…….![]()